Minggu, 22 Mei 2011

Karburator Konvensional VS Karburator Vakum

Karburator konvensional adalah karburator yang menggunakan kabel untuk menggerakkan skep. Sepeda motor lama dan sampai saat ini masih menggunakan tipe karburator konvensional. Teknologi karburator sudah mengalami perkembangan, khususnya  sepeda motor. Perkembangan karburator  menghasilkan teknologi baru, yaitu karburator vakum. Karburator vakum adalah karburator yang menggunakan kevakuman untuk mengontrol gerak skep. Naik turunnya skep berdasarkan kevakuman yang dihasilkan dalam mesin. Semakin tinggi kevakuman mesin , maka skep semakin terangkat naik. Pada karburator konvensional , naiknya skep akibat tarikan  kabel gas.

Topik artikel ini mengetengahkan perbandingan karburator konvensional dan karburator vakum. Perbandingan  keiritan bahan bakar yang digunakan. Menurut hasil percobaan,  karburator vakum lebih irit dibanding karburator konvensional. Namun masalah akselerasi dan spontanitas gas , karburator konvensional tetap jagonya. Mengapa demikian ?

Penjelasannya adalah sebagai berikut :
Seperti telah dijelaskan di atas, karburator vakum bekerja berdasarkan kevakuman mesin , naik - turunnya skep berdasarkan kevakuman yang dihasilkan mesin. Semakin tinggi kevakuman mesin , maka skep akan semakin naik. Pada rpm rendah , kevakuman mesin sangat rendah. Pada rpm tinggi , kevakuman mesin menjadi sangat tinggi. Pada rpm tinggi ,  skep akan naik.Naiknya skep  membuat pemasukkan bensin bertambah. Naiknya skep sebanding dengan kevakuman mesin ,  penggunaan bensin jadi lebih hemat.

Sedangkan  karburator konvensional , kenaikkan skep  disebabkan tarikan dari kabel gas. Akibatnya pemasukkan bensin berlebihan pada RPM rendah. Dari RPM rendah ke RPM tinggi membutuhkan waktu dan momen untuk mencapai RPM tinggi tersebut. Hasil ledakan pembakaran,    tidak  spontan membuat putaran poros engkol langsung cepat. Butuh waktu dan tenaga untuk mencapai putaran poros engkol yang tinggi. Penggunaan bensin yang berlebihan, akibat handle gas ditarik tiba - tiba , membuat pemasukkan bensin tidak sepenuhnya efesien.

Sekian penjelasan perbandingan keiritan karburator vakum versus karburator konvensional. Penjelasan perbandingan  spontanitas dan akselerasi dari kedua tipe karburator , akan dibahas di artikel berikutnya. Terima kasih untuk kunjungannya ke blog pelajaran otomotif.

Related Post



2 komentar:

Alexander mengatakan...

sekedar tanya mas...
kalo semisal motor tiger yang dari awal pake karburator konvensional, kemudian diganti pake karburator vakum (semisal punya scorpio ukuran 30 atau pulsar ukuran 26) apakah berpengaruh sekali ke mesin??
misal jadi gak terlalu narik n kurang suplai bensin??ati malah jadi irit dan enak dipake??
tanya dulu mas...
:D
btw, isi artikelnya bagus2 mas..
jarang ada ginian di web..
:D

PIPING SUJATMIKO mengatakan...

Umumnya honda lebih irit dalam hal konsumsi bahan bakar. Karena diameter venturi honda paling kecil dari venturi sepeda motor merk lainnya. Tapi itu pendapat saya , sebaiknya Anda bandingkan venturi tiger Anda dan venturi lainnya , jika lebih besar , biasanya lebih boros. Terima kasih untuk kunjungannya.

Poskan Komentar

Addthis Sharing Gadget